Pameran Nasional Bonsai Di Lampung Barat Diikuti Ratusan Peserta

Pamnas Bonsai Lampung Barat

Pamnas Bonsai Lampung Barat

Ratusan bonsai milik para kolektor yang berasal dari beberapa daerah di Sumatera dan Jawa dipamerkan sekaligus mengikuti kontes tingkat nasional, untuk beberapa tingkatan madya, regional dan utama yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Lampung Barat, di Kebun Raya Liwa (KRL).
Koleksi bonsai yang sudah tiba dan resmi  terdaftar di panitia, yakni bonsai yang berasal dari Metro, Krui Pesisir Barat, Bandarlampung, Pringsewu, Pagar Alam Sumsel, Kotabumi, Sumenep Madura, Tulang Bawang, Muaradua OKUS Sumsel, Lampung Tengah, Bengkulu, Baturaja OKU Provinsi Sumsel, Way Kanan, Lampung Timur, Tulang Bawang Barat.
Dengan total peserta kontes klas utama utama 21 pohon, madya 30 pohon, regional 135,  prospek  120 pohon, dengan total 306 pohon, sementara untuk tanaman bonsai yang mengikuti bursa mencapai ratusan pohon, yang tentunya masyarakat yang berminat untuk mengoleksi berbagai jenis tanaman bonsai, mulai dari bakalan hingga prospek bisa bernegosiasi dengan para pemiliknya.

Pamnas Bonsai Lampung Barat
Pamnas Bonsai Lampung Barat


Salah satunya bonsai jenis beringin elegan milik Hi. Sony peraih The Best In Show pada Begawi Bonsai Bandarlampung beberapa bulan lalu, yang konon senilai Rp250 juta, bahkan bonsai milik Bupati Tulang Bawang Barat Umar Ahmad yang juga bernilai pantastis juga turut mengikuti kontes tersebut.
Ketua PPBI Cabang Lambar dr. Widyadmoko Kurniawan, Sp.B., mengatakan, hingga batas akhir pendaftaran dan penerimaan pohon Sabtu sore, jumlah pohon yang mengikuti kontes dan juga mengisi bursa yang disediakan oleh panitia mencapai ratusan pohon.
“Pohon yang mengikuti kontes ini mencapai ratusan pohon dengan jenis beragam, untuk kontes kami menyelenggarakan tiga klas, madya, regional dan utama. Untuk nilainya sendiri ada yang sampai ratusan juta, namun ada juga yang hanya belasan juta,” ungkap Wawan.
Untuk penjurian, kata dia, para juri berasal dari beberapa daerah di Jawa dan Sumatera yang tentunya mendapatkan penugasan dari PPBI pusat untuk melakukan penilaian terhadap pohon bonsai yang  mengikuti contest tersebut.
”Untuk kriteria yang dinilai,  itu mulai dari penampilan, gerak dasar, kkeserasian, dan kematangan, dan dalam penilaian ini lokasi kontes steril, hanya tim juri yang boleh memasuki lokasi, dan akan dibuka bagi pengunjungi setelah diresmikan oleh bapak bupati pada tanggal 11 Juli mendatang,” imbuhnya.